
Sandidharma.ac.id – Setelah sukses dengan pengembangan kecerdasan buatan DeepSeek, China kembali mengejutkan dunia dengan meluncurkan Manus, sebuah agen AI yang Pandai beroperasi secara Sendiri tanpa perlu instruksi berulang dari Orang.
Agen AI adalah jenis kecerdasan buatan yang dirancang Demi melakukan tugas-tugas tertentu secara Mekanis, seperti mencari informasi, melakukan riset, atau bahkan memesan tiket dan hotel.
Biasanya, agen AI memerlukan arahan detail dari pengguna Demi menyelesaikan tugasnya. Tetapi, Manus berbeda. Cukup dengan satu instruksi awal, Manus Dapat bekerja sendiri hingga tugas selesai.
“Manus bukan sekadar chatbot Standar. Ini adalah agen AI pertama yang Pandai mengerjakan seluruh proses secara Sendiri, mulai dari awal hingga akhir,” Terang Yichao Ji, salah satu pendiri Manus AI, dalam video perkenalannya.
“Kalau kebanyakan AI berhenti setelah menemukan ide atau konsep yang diminta, Manus akan Lanjut bekerja Tiba hasil akhir Betul-Betul tercapai,” tambahnya.
Baca juga: Alibaba Luncurkan AI QwQ-32B, Saingan Baru OpenAI dan DeepSeek
Lebih Canggih dari AI Lainnya
Dalam tes yang disebut General AI Assistants (GAIA), yang mengukur kemampuan agen AI dalam menyelesaikan tugas, Manus diklaim lebih unggul dibandingkan DeepResearch, AI buatan OpenAI.
Bahkan, Manus sudah terbukti Pandai menyelesaikan tugas-tugas di platform freelance seperti Upwork dan Fiverr, serta menunjukkan kemampuannya di platform analisis data seperti Google Kaggle.
Bagaimana Manus Bekerja?
Dalam video perkenalannya, Yichao Ji menunjukkan bagaimana Manus Dapat menyelesaikan berbagai tugas tanpa Adonan tangan Orang.
Misalnya, Ketika diminta menganalisis dan memilih kandidat terbaik dari sekumpulan resume (CV) yang diunggah dalam format ZIP, Manus langsung memproses data, menganalisis setiap CV berdasarkan pengalaman dan keterampilan, Lewat menyusun daftar kandidat terbaik.
Hasilnya Enggak hanya ditampilkan dalam teks, tetapi juga dalam bentuk spreadsheet yang Dapat langsung dibuka di Microsoft Excel.
Selain itu, Manus juga Dapat mencari tempat tinggal sesuai kriteria tertentu, menganalisis Interaksi harga saham beberapa perusahaan, dan bahkan membangun website hanya dalam hitungan menit.
Rowan Cheung, penulis blog teknologi AI The Rundown AI, membagikan pengalamannya menggunakan Manus melalui akun X-nya (@rowancheung). Ia meminta Manus Membikin situs web berisi biografi dan profil dirinya.
For my first test, I asked Manus to create a biography on Rowan Cheung and deploy a website based on that biography
Insanely impressive watching it go through my social channels, browse articles, and deploy the site
And it was 100% accurate, info up to date as of today pic.twitter.com/JwbD1IbqMh
— Rowan Cheung (@rowancheung) March 7, 2025
Hasilnya, Manus berhasil Membikin website hanya dengan satu instruksi dan memberikan tautan yang Dapat langsung diakses.
Ketika Manus Dapat Digunakan Secara Standar?
Ketika ini, Manus Tetap dalam tahap early preview dan hanya Dapat diakses melalui situs resminya (manus.im) bagi pengguna yang Mempunyai kode undangan. Tetapi, siapa pun Dapat mendaftar dengan mengklik tombol “Try Manus” atau “Apply for access” di situs tersebut.
Kehadiran Manus menandakan bahwa China semakin serius dalam mengembangkan teknologi AI Sendiri. Selama ini, pengembangan AI lebih didominasi oleh Amerika Perkumpulan, tetapi dengan Manus, China menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang ini.
“Manus adalah langkah evolusi berikutnya dalam kecerdasan buatan dan membawa kita semakin dekat dengan Artificial General Intelligence (AGI),” ujar Yichao. AGI adalah bentuk kecerdasan buatan yang Pandai berpikir dan mengambil keputusan seperti Orang, bahkan mungkin melampaui kecerdasan Orang.
Baca juga: UPH Hadirkan Fakultas Artificial Intelligence, Ini Tujuannya
Tantangan Regulasi AI
Meski canggih, Manus juga menimbulkan kekhawatiran. Kemampuannya yang Dapat bekerja secara Sendiri dan mengambil keputusan sendiri menjadi tantangan tersendiri dalam industri AI.
Di Amerika Perkumpulan, AI diwajibkan Demi selalu berada di Rendah pengawasan Orang Demi memastikan Enggak Eksis keputusan yang merugikan. Sementara itu, di China, regulasi AI Tetap belum menjadi prioritas Istimewa.
Dengan semakin canggihnya teknologi AI, tantangan dalam mengontrol dan mengawasi sistem ini agar tetap berjalan sesuai etika juga semakin besar. Bagaimana regulasi AI akan berkembang di masa depan Tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)